Bagian-bagian Ka’bah hendaknya menjadi pengetahuan dasar bagi Sahabat yang berencana berkunjung ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umroh maupun ibadah haji. Ka'bah adalah bangunan suci bagi umat muslim yang letaknya berada di tengah-tengah Masjidil Haram di kota Mekkah.
Apabila berkunjung ke Mekkah, Masjidil Haram merupakan tujuan paling utama para jamaah dan peziarah lantaran di dalamnya terdapat beberapa bagian-bagian Ka’bah yang diketahui menjadi tempat penuh berkah. Tawaf atau keliling Ka'bah merupakan rukun haji dan umrah yang wajib dilakukan setiap jamaah.
Bagi yang sudah pernah menjalankan ibadah haji atau umroh tentunya tidak asing dengan bagian-bagian Ka’bah berikut ini. Namun bagi Sahabat yang belum pernah menginjakkan kaki di Masjidil Haram, simak apa saja bagian-bagian Ka’bah dalam penjelasan berikut ini.
Bagian-bagian Ka’bah
Ka’bah sendiri merupakan bangunan berbentuk kubus dari susunan batu yang di setiap titiknya memiliki makna. Bukan hanya sekadar bangunan yang bisa dikunjungi, Ka’bah merupakan arah kiblat bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Sama seperti bangunan lainnya, terdapat bagian-bagian Ka'bah yang meliputi:
1. Hajar Aswad

Dari sekian banyak bagian-bagian Ka’bah, Hajar Aswad menjadi yang paling dikenal oleh umat muslim. Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi, Hajar Aswad sejatinya merupakan batu dari surga memiliki warna putih bersih. Dikarenakan banyaknya dosa-dosa manusia, batu tersebut berubah warna menjadi hitam.
“Hajar Aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam.” (HR at-Tirmidzi No.877).
Hajar Aswad awalnya juga merupakan sebongkah batu besar dengan ukuran kurang lebih 30 cm. Namun, beberapa peristiwa yang terjadi pada zaman itu membuat Hajar Aswad kini hanya berupa pecahan kecil batu bulat lonjong sebesar biji kurma.
Saat berkunjung ke Masjidil Haram, Sahabat dianjurkan untuk mencium atau menyentuh batu yang terletak di sisi selatan Ka’bah ini. Bila tidak memungkinkan, ulama memberi solusi dengan mengusapkan benda seperti tongkat untuk kemudian dicium sebagai gantinya.
2. Pintu Ka'bah

Pintu Ka’bah terletak di sebelah timur laut dengan ketinggian dari atas lantai adalah 2 meter. Pintu yang saat ini dapat Sahabat jumpai merupakan hadiah dari Khalid bin Abdul Aziz, Raja Arab Saudi.
Bagian-bagian Ka’bah yang satu ini terbuat dari emas murni sebanyak 280 kilogram dan menelan biaya lebih dari 13 juta riyal Arab Saudi. Pintu Ka’bah sudah banyak mengalami perubahan dari segi bentuk maupun bahan baku pembuatannya.
3. Multazam

Bagian-bagian Ka’bah ini terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan jarak kurang lebih 2 meter. Multazam menjadi salah satu tempat yang paling mustajab untuk berdoa.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi dari Ibnu Abbas menyatakan, ''Antara Rukun Aswad (sudut tempat terdapatnya Hajar Aswad) dan pintu Ka'bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang minta sesuatu di Multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu."
Sahabat disunnahkan untuk berdoa sambil menempelkan kedua tangan, dada, serta pipi ke arah Multazam. Tidak lupa dengan niat tulus dalam berdoa dan beribadah dengan khusyu’ selama di tanah suci agar doa-doa yang dipanjatkan bisa terkabulkan.
4. Syazarwan

Syazarwan merupakan bagian-bagian Ka’bah berupa tembok dari batu marmer yang bentuknya melengkung mengelilingi bagian-bagian Ka’bah sisi bawah di sepanjang area tawaf. Fungsi bagian-bagian Ka’bah yang satu ini yaitu sebagai penguat dan pelindung Ka’bah.
5. Kiswah

Kiswah merupakan penutup bagian-bagian Ka’bah lainnya yang berupa kain berwarna hitam yang dihiasi kaligrafi berwarna kuning emas. Masyarakat Arab Saudi menggunakan kain berbahan baku sutra asli dan menyulam benang emas murni untuk dijadikan kiswah.
Kata kiswah dalam bahasa Arab berarti penutup, yaitu alat untuk menutupi Ka'bah dari debu dan kotoran yang ada di sekitarnya. Kiswah berukuran 14 meter dengan tinggi 47 meter serta panjang dan beratnya mencapai 650 kg.
6. Maqam Ibrahim

Meskipun bernama Maqam Ibrahim, bagian-bagian Ka’bah ini sebenarnya merupakan tempat telapak kaki Nabi Ibrahim berpijak ketika membangun Ka'bah untuk pertama kalinya.
Bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim tersebut memiliki panjang 27 cm dan lebar 14 cm dengan kedalaman 10 cm. Amalan yang dianjurkan ketika Sahabat berkunjung ke tanah suci salah satunya yaitu salat di sisi belakang Maqam Ibrahim.
6. Hijir Ismail
Dalam sejarahnya, bagian-bagian Ka’bah ini merupakan tempat tinggal Nabi Ismail. Hijir Ismail berada di sisi utara Ka’bah, tepatnya di antara Rukun Syami dan juga Rukun Iraqi. Bentuknya setengah lingkaran dengan tinggi temboknya sekitar 3,11 meter dan termasuk bangunan suci bagi umat muslim.
Saat berada di Hijir Ismail, Sahabat dianjurkan untuk menunaikan shalat dua rakaat dengan mengenakan ihram dan menghadap ke arah Mizab Ar-Rahman. Menunaikan salat di Hijir Ismail diyakini sama seperti salat di dalam Ka’bah.
Selain menunaikan salat, amalan mustajab lain yang bisa dilakukan di bagian-bagian Ka’bah ini yaitu berdoa dan menyampaikan hajat kepada Allah SWT.
7. Mizab Ar-Rahman

Mizab Ar-Rahman adalah sebuah talang air yang letaknya berada tepat di atas Hijir Ismail. Saat berada di bagian-bagian Ka’bah tersebut, Sahabat dianjurkan untuk berdoa dengan menghadap ke arah Mizab.
Talang air ini dibuat untuk membuang genangan air dari atap bila sewaktu-waktu terjadi hujan atau Ka’bah sedang dibersihkan. Mizab Ar-Rahman juga disebut pancuran emas karena terbuat dari tembaga yang dilapisi dengan emas.
8. Rukun Hajar Aswad

Rukun Hajar Aswad adalah bagian-bagian Ka'bah yang ditempelkan Hajar Aswad di sudutnya. Para jamaah haji atau umroh memulai dan mengakhiri tawaf dari sudut yang tingginya 11,88 meter ini.
Dibandingkan dengan sudut Ka'bah lainnya, rukun Hajar Aswad ini bisa disebut sebagai sudut penting yang dimuliakan oleh Allah SWT. Jamaah yang sedang tawaf bisa memperoleh pahala lebih banyak dengan mencium, memegang, atau sekadar melambaikan tangan sebagai isyarat ke arah Hajar Aswad.
9. Rukun Yamani

Rukun Yamani memiliki tinggi 10,25 meter yang terletak di sisi sebelah barat daya Ka’bah, tepatnya sebelum Hajar Aswad dari arah dilakukannya tawaf. Bagian-bagian Ka’bah ini dinamakan rukun Yamani lantaran berada di arah Yaman.
Ketika berada di rukun Yamani, Sahabat dianjurkan untuk mengusapnya. Perlu diingat bahwa tidak ada syariat untuk mencium, mengarahkan tangan, ataupun mengusapkan tangan ke wajah usai mengusapnya.
10. Rukun Syami

Bagian-bagian Ka’bah ini dinamakan rukun Syami karena menghadap ke arah barat laut atau negeri Syam. Rukun ini juga dinamakan sebagai Rukun Maghribi yang artinya arah barat karena posisinya mengarah ke barat.
Mengenai keutamaan rukun Syami, setiap umat muslim dianjurkan berdoa ketika posisi tawaf telah berada di depan rukun ini. Rukun Syami merupakan sudut tertinggi yang mencapai 12,15 meter.
11. Rukun Iraqi

Bagian-bagian Ka’bah yang terakhir ini terletak di sisi utara Ka’bah. Jika ditarik garis lurus, maka akan mengarah ke negeri Iraq. Menariknya, rukun Iraqi merupakan salah satu sudut yang pernah mengalami pergeseran dan sedikit pengurangan panjang sisi karena keterbatasan dana pada masa Quraisy.
Rukun Iraqi tidak memiliki keutamaan khusus dan tidak disunnahkan pula untuk memegangnya saat tawaf. Itulah alasan mengapa bagian-bagian Ka’bah dengan tinggi 9,92 meter ini selalu tertutupi oleh selimut Ka’bah.
Nah, itulah beberapa bagian-bagian Ka’bah yang perlu Sahabat ketahui sebagai bekal sebelum berkunjung ke tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh maupun ibadah haji. Dengan mengenal bagian-bagian Ka’bah tentunya akan membuat ibadah di tanah suci lebih mudah dan khusyu’.

0 Komentar